Bantul Kehilangan Figur Pemimpin

Pesta demokrasi rakyat yang diselenggarakan bergilir dari ujung barat hingga ujung timur untuk menentukan Bupati dan Wakil Bupati menjadi fenomena tersendiri di semua daerah. Tak ketinggalan Kabupaten Bantul, tak pelak masalah selalu mengikuti setiap hal, dan daerah ini memiliki masalah yang tidak jauh beda dengan beberapa daerah lainnya. Idham Samawi yang saat ini menjabat sebagai Bupati Bantul, masih memiliki hasrat besar untuk kembali memimpin Bantul walaupun sudah terpilih dua kali pada Pilkada sebelumnya. Undang – undang-lah yang menjadi pagar penghalang niat Bupati Bantul tersebut, walaupun banyak kalangan menilai beliau kemungkinan besar akan memenanginya kembali. Akhirnya timbul gagasan untuk mengajukan nama Sri Surya Widati yang tidak lain merupakan istri dari kepala daerah Bantul saat ini untuk mencoba peruntungannya dalam Pilkada Bantul yang akan diselenggarakan tanggal 23 Mei 2010. Ida, panggilan akrab Sri Surya Widati akan ditemani Sumarno dalam perjuangannya mendapatkan kursi suaminya tersebut. Majunya istri Idham dalam Pilkada, tidak mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap calon Bupati tersebut. Hal ini di buktikan dengan kajian atas popularitas Ida di mata masyarakat yang dilakukan tiga lembaga survei sewaan Idham. Hasilnya tingkat popularitas Ida mencapai 75 persen atau tujuh dari sepuluh orang Bantul mengetahui Ida.

Selain pasangan Hj. Sri Surya Widati dan Drs. H Sumarno Prs. yang diajukan koalisi Partai Golkar, PAN, dan PKPB ada dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang telah meregistrasikan diri ke KPUD Bantul diantaranya Sukardiyono, SH Dan Darmawan, SH yang maju secara independen dan diusung koalisi PKS, Demokrat, PPP, dan PKB,  dan terakhir Pasangan Drs. Kardono dan Ibnu Kadarmanto yang sama halnya dengan pasangan Sukardiyono dan Darmawan yang semula maju sebagai calon independen namun akhirnya didukung  PDIP. Tiga pasangan calon yang siap bertanding ini sebenarnya dibawah harapan KPUD Bantul, pada mulanya ditargetkan akan ada lebih dari lima calon pasangan yang akan meramaikan Pilkada Bantul.Sempat beredar isu bahwa calon pasangan yang diusung PDIP  merupakan pasangan bayangan sebagai strategi untuk memuluskan langkah pasangan Ida dan Sumarno dalam Pilkada ini. Hal ini merupakan alasan utama mengapa PDIP keluar dari koalisi yang mengusung Ida, walau faktanya internal PDIP masih mendukung Ida. Isu ini tidak membuat pasangan Kardono dan Ibnu Kadarmanto menjadi was-was,sebab niat mereka pada awalnya  memang maju secara independen dan mereka mengaku mempunyai basis pendukung sendiri.

Sosok Idham akan menjadi momok tersendiri dalam pencitraan istrinya oleh masyarakat Bantul, walaupun hal ini lebih menjurus pada sisi popularitasnya saja.

Terlepas dari itu semua, hal yang menjadi ketakutan terbesar masyarakat ialah kapabilitas dari pasangan – pasangan calon Bupati tersebut. Idham yang dalam dua periode masa kepemimpinannya dapat mengukir kesan dimasyarakat sebagai pemimpin yang sangat akomodir dalam urusan – urusan kerakyatan, hingga dapat memaksa masyarakat Bantul mewacanakan untuk mengubah Undang – Undang yang melarang Idham memimpin ketiga kalinya. Hal ini akan menimbulkan tanda tanya besar, apakah kemampuan Ida dapat menyamai atau melebihi suaminya dalam memimpin suatu kabupaten? Sosok Idham akan menjadi momok tersendiri dalam pencitraan istrinya oleh masyarakat Bantul, walaupun hal ini lebih menjurus pada sisi popularitasnya saja. Undang-undang No. 32/2004 pasal 58 menyatakan bahwa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi setidaknya 16 butir syarat. Mulai dari persyaratan yang bersifat nomatif filosofis sampai pada persyaratan kualifikasi dan teknis. Parpol yang dalam hal ini sebagai pihak yang mengajukan calon pasangan sudah selayaknya menyeleksi dan mengklasifikasi kader – kadernya, sehingga pasangan yang diajukan tidak akan mengecewakan masyarakat. Karena para calon Bupati dan Wakil Bupati itulah yang akan mengemban amanat penderitaan rakyat (ampera) yang tak kunjung habis.

Dalam kasus Idham, pencalonan istrinya lebih terkesan sebagai alat penghindar jerat undang – undang. Sebagai seorang pemimpin daerah, alangkah baiknya jika roda demokrasi tetap dijaga untuk terus berputar, untuk menghindari sifat absolutisme dalam sistem pemerintahan baik pusat maupun daerah. Hanya saja tradisi good government yang sudah ditanamkan dalam sistem pemerintahan daerah harus tetap diwariskan dalam masa kepemimpinan pasangan selanjutnya. Ini akan menjadi sebuah pembelajaran demokrasi bagi masyarakat Bantul sehingga pendewasaan watak masyarakat untuk turut aktif berpolitik dapat terselenggara dengan baik, minimal ikut datang dan memilih di TPS sehingga mengurangi jumlah kaum golput.

Sebagai seorang pemimpin daerah, alangkah baiknya jika roda demokrasi tetap dijaga untuk terus berputar, untuk menghindari sifat absolutisme dalam sistem pemerintahan baik pusat maupun daerah

Kualitas kepemimpinan kepala daerah sepenuhnya akan dinilai oleh masyarakat yang secara langsung merasakan dampak dari sistem pemerintahan Bupati yang akan terpilih nantinya. Diharapkan pula adanya oposan – oposan yang siap mengkritik dan memberikan kontribusi nyata yang konstruktif, sehingga asas good government akan terpelihara dengan baik. Selain itu Bupati terpilih  harus melanjutkan prestasi yang sudah ditorehkan sebelumnya dan akan lebih baik jika pundi – pundi prestasinya terus bertambah. Jangan mengecewakan masyarakat yang telah mempercayakan ampera pada bupati terpilih, karena kekecewaan – kekecewaan yang menumpuk hanya akan membuat masyarakat terkurung dalam anomi dengan kata lain kehilangan nilai dan ketiadaan arah dan pegangan dalam hidup.

(Telah diterbitkan di okezone.com)

One response to “Bantul Kehilangan Figur Pemimpin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s