4 Indera Untuk Belajar Maksimal

by ~R-matrix on deviantartUjian Akhir Semester, hal yang menjadi momok mengerikan bagi sebagian orang, dan menjadi ajang pembuktian sejauh mana otak kita dapat menerima pelajaran selama satu semester bagi sebagian lainnya. Dan apapun hasil yang akan muncul, itulah cerminan keadaan intelektualitas kita. Sudah barang tentu setiap orang ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Namun bagaimanakah caranya? Setiap orang memiliki metode masing – masing dalam menyerap ilmu. Ada yang mengasingkan diri karena tidak menyukai keramaian saat belajar, ada yang melalui diskusi karena tidak menyukai membaca, ada yang sembari jalan – jalan keluar karena merasa semakin lapang keadaan sekitar dapat melapangkan pikirannya juga. Tidak ada yang menyalahkan cara – cara menimba ilmu tersebut, namun penulis ingin memberikan metode yang penulis rasa masih jarang dilakukan banyak orang tapi khasiatnya ampuh!

Gunakan semua inderamu yang memungkinkan! Itulah yang ditawarkan pengajar gontor dalam belajar kepada murid-muridnya, metode yang membuat murid-muridnya fasih bahasa Arab dalam waktu 4 bulan! Sebuah fakta yang sulit diterima akal sehat. Pengajar – pengajar tersebut memaksakan murid – muridnya menggunakan seluruh inderanya dalam menghafal dan memahami kosakata. Pertama, pengajar datang dengan meneriakkan kosakata baru, lalu murid – murid di suruh berteriak mengulangnya, hal tersebut dilakukan berulang – ulang. Setelah itu pengajar memperlihatkan tulisan kosakata baru tersebut, dan kembali menyuruh muridnya menulis ulang. Setelah itu mereka di suruh membacanya dan kembali meneriakkannya. Dapat disimpulkan, murid – murid tersebut menggunakan telinga, mulut, mata, dan tangannya dalam menghafal kosakata yang asing bagi mereka. Pada intinya para pengajar ingin murid – muridnya belajar dengan semua inderanya, sehingga ilmunya dapat membekas lama diotak karena semua inderanya ikut mentransfer ilmu tersebut.

Pada intinya para pengajar ingin murid – muridnya belajar dengan semua inderanya,

Hal tersebut dapat dianalogikan dalam kegiatan belajar mengajar kita sehari – hari. Contohnya dalam kegiatan belajar dikelas, Pertama gunakan telinga kita saat berada dalam kelas mendengarkan pengajar kita menjelaskan, setelah itu kita gunakan mulut kita untuk aktif bertanya mengenai pelajaran tersebut, lalu gunakan mata kita untuk untuk membaca catatan yang diberikan pengajar kepada kita, dan terakhir kita fungsikan tangan kita mencatat ulang. Terlihat sepele namun akan menjadi jurus jitu jika dilaksanakan dengan sungguh – sungguh. Masih banyak contoh – contoh lainnya, misalkan guru sejarah yang membawa sample artefak – artefak sejarah saat mengajar, sehingga murid dapat melihat dan menyentuh langsung bukti sejarah.

Metode ini pun mempunyai kelemahan, kita cenderung akan jenuh saat melakukan hal yang berulang – ulang. Sehingga hal ini tidak dapat dilakukan jika tidak ada keinginan yang sungguh – sungguh dalam proses belajar – mengajar. Bagaimana kita dapat menimbulkan keinginan tersebut? Akan penulis sampaikan dalam artikel berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s