Menumbuhkan Semangat Tiada Batas

Man Jadda Wa Jadda, siapa yang berusaha pasti akan berhasil. Itulah salah satu kalimat penyemangat anak – anak gontor, kalimat yang diperdengarkan kepada mereka saat pertama kali memulai perjalanan panjang menimba ilmu. Doktrin itulah yang menjadi kompas bagi mereka yang berada di persimpangan jalan kemalasan. Itulah semangat yang ingin penulis sampaikan, kita harus mempunyai minimal sebuah pegangan saat berada dalam keadaan jenuh.

Pegangan yang dimaksud selain doktrin – doktrin, yaitu “tukang setrum”. Setiap hari, saat dalam keadaan stagnan pada suatu kegiatan, kita membutuhkan sosok “tukang setrum”, dengan kata lain orang yang dapat mengembalikan semangat dan keinginan kuat kita layaknya alat isi ulang baterai. Sosok ini dapat ditemukan dimana saja seperti orang tua, pengajar, hingga teman sekalipun. Kata – kata pembakar semangat, itulah yang patut dilontarkan oleh para tukang setrum kepada kita, sehingga kita akan tetap berada dalam performa sempurna.

kita membutuhkan sosok “tukang setrum”, dengan kata lain orang yang dapat mengembalikan semangat dan keinginan kuat kita layaknya alat isi ulang baterai.

Selain daripada hal – hal yang penulis sampaikan diatas, ada kunci yang harus dicari untuk mendapatkan itu semua. Dalam hal ini, lingkungan yang mendukung adalah kunci besar yang harus didapatkan pertama kali. Dengan adanya lingkungan yang mendukung, doktrin – doktrin, tukang setrum akan dapat kita temui dengan mudah. Selain itu kita tidak akan menjadi kaum yang termajinalkan, sebagaimana fakta yang ada, orang – orang yang sadar lalu menjadi rajin dan tekun dalam mengerjakan suatu hal akan menjadi bahan olok – olokkan orang – orang disekitarnya. Tentu hal ini akan menjadi sugesti negatif bagi kita, dan akan mempersingkat singgahnya semangat berapi – api dalam diri kita. Walaupun bagi sebagian orang akan menganggap komentar – komentar negatif sebagai angin lalu, namun bagi sebagian lainnya akan sulit.

Oleh karena itu akan lebih baik jika kita mendapatkan lingkungan yang dapat menunjang kemampuan kita sebagai langkah pertama. Carilah lingkungan yang dapat membuat anda terlihat bodoh jika anda menjadi orang malas, yang membuat anda berpikir jika anda malas dan berhenti akan tertinggal dari lainnya. Bukan berarti menutup diri dan jadi memilih – memilih dalam berteman, namun kita pasti memiliki tolak ukur sendiri – sendiri dalam mengartikan lingkungan yang mendukung bagi kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s