Budaya di Bawah Telapak Kaki Kita

Exotic Indonesia by ~aNdicTed

Exotic Indonesia by ~aNdicTed


Indonesia negara yang bisa dikatakan sebagai negara dengan 1001 budaya akan menjadi sangat ironis melihatnya jika justru bidang ini adalah bidang yang perkembangannya terbelakang dibanding dengan bidang – bidang lain yang tak kalah penting (dimata pemerintah). Akan menjadi hal yang sia – sia jika kita berusaha mencari pelaku utama penyebab terbelakangnya perkembangan budaya kita, upaya utama yang harus dilakukan adalah mencari solusi yang sangat genuine dan sudah tentu tidak ada unsur politisasinya. Mengingat pemerintah merupakan pengemban amanah rakyat, akan menarik jika kita mencoba mencari tahu apa alasan pemerintah seakan – akan lupa akan budaya Indonesia yang sedang mandek. Ada sebuah film di Jepang mengenai Perdana Menteri Jepang yang sebelumnya hanyalah seorang guru kelas 5 SD, dengan kata lain ia sama sekali tidak mengerti mengenai politik dalam pemerintahan. Dalam film tersebut ia terheran – heran mengenai latar belakang pengambilan – pengambilan kebijakan untuk mengembangkan suatu bidang dalam masyarakat, karena tujuan utamanya ternyata adalah untuk mendapatkan feedback berupa dukungan rakyat dalam bentuk suara untuk tetap bertahan menjadi pemenang dalam pemilu berikutnya, hingga ia harus beradu pendapat dengan Majelis Perwakilan Rakyat (versi Jepang) yang walaupun notabene sebagian besar berasal dari Partai dimana ia di usung. Dan akhirnya ia pun tetap bersikukuh untuk memberikan subsidi bantuan kepada bidang yang sangat membutuhkan walaupun hanya akan sedikit menguntungkan bagi mereka dalam hal politis. Haruskah kita mengangkat seorang guru kelas 5 SD seperti dalam film tersebut untuk mendapat perhatian lebih dari pemerintah khususnya dalam bidang kebudayaan?

Dalam konteks seni, tidak ada satupun budaya yang jelek. Yang ada hanyalah suka dan tidak suka. Maka timbullah pertanyaan besar jika dianalogikan dengan upaya pengembangan budaya Indonesia, bagaimana cara agar masyarakat Indonesia pada umumnya ‘minimal’ bersedia memicingkan matanya untuk mengapresiasi budaya mereka sendiri? Hal ini sebenarnya sudah di inisiasi oleh salah satu TV swasta, mereka dapat mengemas suatu pertunjukan budaya dalam bentuk komedi (walaupun sangat disayangkan bersifat sarkastik). Cara mereka mengemasnya pun tidak sembarangan, dalam hal penokohan mereka mendatangkan banyak artis dan komedian ibu kota hingga menarik minat pemirsa layar kaca untuk meluangkan waktu memasang badan di depan TV selama satu jam. Inilah yang menjadi sorotan penulis, mengapa tidak ada suatu pertunjukan pentas seni budaya Indonesia yang megah luar biasa menampilkan atraksi – atraksi budaya dari ujung barat hingga ujung timur dan diselipi olah artis – artis ibukota, digilir tiap kali pentas di kota – kota besar Indonesia yang akan menjadi tuan rumah dan tema utama. Dengan adanya selipan artis – artis ibukota, penulis rasa akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sehingga mereka bersedia untuk merogoh kocek dan berpatisipasi langsung menyaksikan mega pentas ini. Sudah barang tentu jika terealisasi, ini akan menjadi suatu rutinitas tiap tahun karena tidak akan cukup menampilkan seluruh budaya Indonesia jika hanya dalam satu penampilan pentas.

Dalam konteks seni, tidak ada satupun budaya yang jelek. Yang ada hanyalah suka dan tidak suka.

Tahun 1991 pernah ada kongres bertemakan kebudayaan, dalam kongres tersebut ada banyak sekali makalah – makalah yang masuk berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Makalah – makalah tersebut berisi saran, masukan, pendapat, kritik, pada siapapun yang terlibat dalam hajatan perkembangan kebudayaan Indonesia. Pada saat itu yang mendukung acara ini depdikbud, sehingga boleh dikatakan pemerintah mendukung penuh terselenggaranya acara ini. Walaupun tidak menggunakan uang yang tidak sedikit, tidak ada salahnya menyelenggarakan acara nasional ini pada era pemerintahan sekarang. Dijadikan program kerja bagi pemerintah, sehingga dapat mengakomodir suara dari budayawan – budayawan yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Karena tidak menutup kemungkinan solusi – solusi mujarab untuk masalah budaya Indonesia ini justru muncul dari kalangan – kalangan yang saat ini ternyata berada di balik layar sepak terjang progress budaya Indonesia yang letaknya jauh di pedalaman nusantara. Tahun ini yang menggelar acara serupa adalah PSSI yang sudah terlanjur rusak secara internal dan baru sadar betapa pentingnya kegiatan semacam ini. Jangan menunggu budaya Indonesia untuk rubuh terlebih dahulu baru pemerintah kalang kabut memikirkan solusinya.

Karena tidak menutup kemungkinan solusi – solusi mujarab untuk masalah budaya Indonesia ini justru muncul dari kalangan – kalangan yang saat ini ternyata berada di balik layar sepak terjang progress budaya Indonesia yang letaknya jauh di pedalaman nusantara.

Dibutuhkan kerja keras maksimal di semua elemen masyarakat. Naif jika kita hanya menyalahkan pemerintah seutuhnya dalam masalah ini, penulis yakin sebagian besar pembaca artikel ini akan menggeleng – gelengkan kepalanya tanda tak mampu jika diminta kesediaannya untuk memperlihatkan tarian asal daerahnya. Sebuah pelajaran berharga jika meluangkan waktu untuk menengok pagelaran – pagelaran budaya di kota masing – masing, sebab jika mencermatinya makna yang terkandung didalamnya akan menjadi materi yang menambah pundi – pundi ilmu kita. Khusus bagi penggiat – penggiat yang bergerak di bidang pendidikan dan orang tua – orang tua yang sudah memiliki anak, diharapkan dapat mengenalkan budaya – budaya kita pada generasi penerus bangsa. Dijadikan sebagai kebutuhan mendasar sehingga mereka akan memiliki jati diri sebagai bangsa Indonesia tanpa perlu mengunduh barang – barang westernisasi di internet yang berimbas lunturnya kesan Indonesia dalam diri anak tersebut. Buat mereka bangga meneriakkan AKU ANAK INDONESIA!

One response to “Budaya di Bawah Telapak Kaki Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s