Ketika Kegembiraan Ramadhan Tak Lagi Mengembirakan

ramadhan by ~starmat

ramadhan by ~starmat

Marhaban ya ramadhan

Tak terasa sudah lebih dari setengah bulan umat muslim melaksanakan ibadah puasa, berbagai perasaan bercampur aduk menanggapi hal ini. Sedih, karena kesempatan untuk mendapat pahala yang dilipatgandakan tak kurang hanya menyisakan setengah bulan lagi. Adapula sedih karena menyesal telah menyia-nyiakan setengah bulan puasa tidak untuk ibadah. Namun diantara kedua hal tersebut ada seutas benang merah menyambungkan keduanya, perasaan sedih yang timbul sama – sama disebabkan karena kehilangan kegembiraan – kegembiraan di bulan ramadhan.

Barang siapa yang bergembira dengan datangnya Ramadhan, maka Allah haramkan jasadnya dari api neraka”

Dalam hadist yang terdapat dalam kitab Durroh al-Nashihin karya Utsman al-Khiubbani tersebut, dijelaskan bahwa dalam bulan Ramadhan di tegaskan memang terdapat hal – hal gembira yang pantas untuk digembirakan.Namun perlu untuk dijelaskan lebih lanjut kegembiraan macam apa yang dimaksud dalam hadist tersebut, karena jika diartikan secara luas semua orang pantas untuk bergembira dengan bulan Ramadhan. Apabila ditenggarai seperti itu betapa mudahnya kita untuk diharamkan dari pedihnya api neraka.

Apakah kegembiraan yang dimaksud adalah seperti kegembiraan para produsen petasan yang omzetnya naik secara signifikan pada saat bulan Ramadhan datang tanpa peduli petasannya akan menggangu masyarakat yang sedang beribadah ? Ataukah kegembiraan para pelawak yang kebanjiran order untuk melawak di acara – acara hiburan peneman sahur atau menjelang buka puasa yang tak jarang lawakannya bersifat slapstick? Mungkinkah kegembiraan yang dimaksud adalah kegembiraan para pedagang sandang ataupun pangan yang akan kerepotan untuk melayani membludaknya pembeli pada bulan Ramadhan sehingga lupa untuk memperbanyak amal ibadahnya ? Apakah mereka yang akan terbebas dari api neraka karena kegembiraannya dibulan Ramadhan?

Ramadhan merupakan bulan yang agung. Bulan penuh barakah yang kaum muslimin bergembira dengannya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya Radhiyallah ‘anhum bergembira dengan datangnya Ramadhan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga memberikan kabar gembira kepada para sahahabatnya tentang datangnya Ramadhan.

Wahai umat manusia, telah datang kepada kalian bulan agung yang penuh barakah …”, demikian Nabi menegaskan.

Oleh karena itu walaupun ia seorang pedadang ataupun pelawak, selayaknya ia bergembira bukan karena hal yang bersifat materil dan duniawi melainkan karena kegembiraan hakiki seorang muslim karena datangnya momen – momen di bulan Ramadhan yang tidak akan dapat dijumpai dibulan lain.

Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka patutlah ia bergembira berada pada saat istimewa. Sebagaimana istimewanya Al-Qur’an dan bulan di mana pertama kali ia diturunkan:

“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (terjemah QS. Al Baqarah [2] : 185)

Dalam bulan Ramadhan terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan yang nilainya lebih mulia dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan).

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (terjemah QS. Al Qadr [97] : 1-3)

Bulan ramadhan adalah salah satu waktu dikabulkannya doa.

Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haytsami mengatakan periwayatnya tsiqoh/terpercaya dalam Mujma’ul Zawaid).

Adakah yang lebih menggembirakan bagi seorang mukmin selain kedatangan Ramadhan dengan berbagai keistimewaan di dalamnya? Maha Benar Allah Dengan Segala Janjinya. Semoga kita tidak termasuk orang tidak mengejar Ramadhan hanya dari sisi materi, sehingga hakekat gembira yang dimaksud dapat kita rasakan

sumber : http://www.eramuslim.com/oase-iman/abdul-mutaqin-ramadhan-is-fun.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s