Resensi Mafia Berkeley dan Pembunuhan Masal Di Indonesia

koalisi anti utang ahmadsamantho.wordpress.com

koalisi anti utang ahmadsamantho.wordpress.com

Buku sebanyak 80 halaman ini menguak misteri dibalik penggusuran Soekarno dari tampuk kepemimpinan di Indonesia yang terjadi pada tahun 1965. Dalam peristiwa ini disebutkan bahwa telah terjadi sebuah permainan intrik intelektuil internasional yang melibatkan banyak pihak seperti CIA, Ford Foundation, Rockefelller Foundation, Universitas – universitas terkemuka AS, dsb. Hal ini juga menjawab latar belakang pembunuhan besar – besaran penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 3.500.000 nyawa . mereka yang dibunuh dan dan hilang tersebut adalah para anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Akan dibahas garis besar konspirasi yang terdapat dalam buku yang diterbitkan olek Koalisi Anti Utang (KAU) pada artikel singkat dibawah ini.

Semua dimulai pada saat kemerdekaan Indonesia, dimana terjadi gerakan – gerakan revolusioner di Asia, dari India di Barat sampai Korea di Timur dan Cina di Utara sampai Filipina di Selatan. Bagaimana dengan Indonesia? Meskipun sebelumnya secara gigih bertempur melawan Belanda, tetapi kemerdekaannya (dalam hal ini pengakuan kedaulatan ) tidak diperoleh melalui pertempuran besar seluruh rakyat, melainkan melalui kesepakatan para pemimpinnya.

Aktivis yang menamakan diri Koalisi Anti Utang menggelar aksi teatrikal menolak utang luar negeri di Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta. TERKAIT:  bisniskeuangan.kompas.com

Aktivis yang menamakan diri Koalisi Anti Utang menggelar aksi teatrikal menolak utang luar negeri di Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta. TERKAIT: bisniskeuangan.kompas.com

Saat itu pemimpin yang dekat dengan barat “mengatur kemerdekaan Indonesia” di gedung – gedung mewah di Washington dan New York. Pada tahun 1949, orang – orang amerika membujuk Belanda agar mengambil keputusan (mengakui kedaulatan Indonesia) sebelum revolusi di Indonesia berlangsung leih lama dan rakyat indonesia memahami dan mencintai nasionalisme.

Pada tahun itu pula kemerdekaan politik Indonesia diakui, dengan rancangan politiknya disusun dengan bantuan diplomat Amerika, dengan tetap menerima kehadiran Belanda secara ekonomi, tetapi pintu lebih terbuka lebar untuk Amerika Serikat, baik dibidang ekonomi dan kebudayaan. Hal ini dapat dilihat dari kesepakatan dari Indonesia yang melibatkan Soedjatmoko dan Soemitro yang merupakan anggota Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang lebih condong ke pihak Barat jika dibandingkan dengan partai – partai lain. Kesepakatannya ialah bagi pihak Amerika yang mejalankan strategi Marshall Plan di Eropa akan sangat bergantung pada ketersediaannya sumber daya di Asia, dan ia menawarkan kerja sama yang menguntungkan Amerika.

Setelah mendapat kedaulatan Soemitro terus melakukan manuver – manuver di Indonesia dan salahsatunya adalah menjadi dekan Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia, tempat ia mengatur pemuda – pemuda yang diajaknya bekerjasama untuk menjalankan program – programnya untuk Indonesia. Gerakan – gerakan dibidang pendidikan seperti inilah yang menjadi sorotan utama para konspirator, diantaranya membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia untuk menggusur Soekarno dan menghapus PKI. Hal ini penting karena angkatan darat yang menjadi afiliasi dengan konspirasi besar ini tidak memiliki organisasi massa untuk menciptakan sebuah revolusi serta menumbuhkan kepercayaan dan dukungan rakyat untuk memelihara kepemimpinan selanjutnya.

Dan masih banyak lagi hal – hal yang terlihat seperti beling kaca biasa ternyata merupakan intan berlian yang dapat memberikan informasi berharga mengapa Indonesia dapat terjerumus dalam lingkaran setan utang luar negeri. Hal ini merupakan bibit keterpurukan Indonesia yang puncaknya terjadinya pada krisis moneter tahun 98, dan akhirnya berbuntut sampai kasus korupsi berbagai orang terkemuka dalam pemerintahan Indonesia.

https://hesadrian.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s