Menyoal Implementasi REDD+ Di Indonesia (I)

 Deforestation by ~ScarletKoi

Deforestation by ~ScarletKoi

Isu perubahan iklim telah menjadi perbincangan global yang sangat panjang. Semua negara dan organisasi internasional seperti berada dalam persimpangan jalan, antara pro lingkungan dan pro industrialisasi. Masalah ini ibarat sebuah jebakan global yang telah menjebak negara-negara industrialis dan menyeret negara-negara berkembang kedalamnya. Sebab industrialisasi yang telah menjadi haluan dasar negara-negara maju untuk hidup tidak dapat dihentikan perkembangannya dan negara berkembang yang berusaha mensejahterakan dirinya untuk dengan menggunakan haluan dasar yang serupa menemui jalan buntu yang sama, krisis lingkungan.

industrialisasi yang telah menjadi haluan dasar negara-negara maju untuk hidup tidak dapat dihentikan perkembangannya

Keadaan ini terus memburuk, hingga berimbas pada perubahan iklim yang luar biasa pada seluruh pelosok dunia. Banjir besar karena curah hujan yang tingginya lebih dari rata-rata, naiknya suhu bumi yang menyebabkan heatwave hingga menimbulkan kekeringan, naiknya permukaan laut karena es di kutub mencair, dan sebagainya. Anomali iklim dan cuaca tersebut tak lain karena tingginya emisi dan deforestasi yang dipicu dari proses industrialisasi yang sangat profit minded. Sikap kapitalisme yang terus berusaha untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya itulah yang menjadi kiblat perusahaan-perusahaan baik lokal maupun multinasional untuk terus bereksplorasi, mengeksploitasi hingga akhirnya mendegradasi sumber daya alam.

 Deforestation by ~safarifiver

Deforestation by ~safarifiver

Tak tinggal diam, publik internasional mencari solusi agar dapat mengurai benang kusut permasalahan tersebut. Ada dua upaya besar yang digagas yakni adaptasi dan mitigasi. Yang dimaksud dengan adaptasi adalah ketika iklim berubah, hutan dan manusia terpaksa harus terbiasa dengan perubahan curah hujan dan suhu udara yang terjadi secara perlahan, strategi adaptasi dapat membantu manusia dapat mengelola dampak perubahan iklim dan melindungi sumber penghidupan atau mata pencaharian mereka.[1] Jika adaptasi berkaitan dengan respon terhadap dampak perubahan iklim, maka mitigasi berhubungan dengan cara kita mengatasi sumber atau penyebabnya.[2]

Ada dua upaya besar yang digagas yakni adaptasi dan mitigasi

Salah satu upaya mitigasi yang mengemuka adalah Reducing Emissions from Deforestation and Degradation in Developing Countries atau disingkat REDD. REDD+ adalah mekanisme internasional untuk memberikan insentif yang bersifat positif bagi negara berkembang yang berhasil mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.[3] Dengan kata lain REDD+ merupakan strategi yang dibuat untuk menggerakkan negara-negara berkembang agar meminimalisir perusakan hutan sehingga dapat mengurangi emisi yang sudah tinggi. Cara yang digunakan dalam REDD+ untuk menggerakkan negara-negara dunia ketiga tersebut adalah dengan mengucurkan dana segar.

 Deforestation 1 by ~StaticSkies

Deforestation 1 by ~StaticSkies

Dahulu REDD+ hanya bernama REDD, hingga terus berkembang dalam kancah global, sampai muncul tanda plus pada REDD seperti saat ini yang menambahkan konservasi dan pengelolaan hutan secara lestari, pemulihan hutan dan penghutanan kembali, serta peningkatan cadangan karbon hutan.[4] Sehingga penyebutan REDD+ saat ini dikenal dengan kepanjangan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation and Enhancing Carbon Stocks in Developing Countries (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan dan Penambahan Cadangan Karbon Hutan Di Negara Berkembang).[5]

Ide besar dari REDD+ adalah memaksimalkan nilai yang terkandung dalam suatu hutan. Tidak hanya dipandang sebagai sebuah komoditas kayu untuk berbagai kegiatan industri, namun juga karbon yang tersimpan didalam pohon-pohon di hutan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, REDD+ akan melibatkan sejumlah besar perpindahan uang dari negara kaya ke negara miskin sebagai bagian dari komitmen mereka di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) untuk mengurangi dampak emisi karbon mereka.[6]

Ide besar dari REDD+ adalah memaksimalkan nilai yang terkandung dalam suatu hutan.

Sekilas nampak ini sebagai sebuah solusi yang luar biasa hebat untuk mengentaskan masalah emisi karbon di dunia, namun apakah REDD+ ini tanpa kontroversi dalam pelaksanaannya? Apakah REDD+ merupakan resep yang tepat untuk menyembuhkan penyakit akut emisi karbon di dunia? Pada hari Kamis tanggal 9 Juni 2011 Mantir Adat di Kadamangan Mantangai Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah, memberikan pernyataan sikap berupa penilaian dan catatan kritis atas perkembangan proyek REDD+ yang diprakarsai kerjasama antara Indonesia dan Australia. Tentu pernyataan sikap yang dilakukan oleh Mantir Adat di Kalimantan Tengah sebagai daerah percobaan REDD+ di Indonesia membuktikan bahwa ada masalah dalam implementasi REDD+.

Oleh karena itu melalui artikel  ini, akan disorot kebijakan REDD+ yang sedang digadang-gadangkan di Indonesia sebagai upaya meminimalisir deforestasi. Akan dikaji perkembangan kebijakan REDD+, perkembangan implementasi di lapangan, dan dijabarkan permasalahan-permasalahan yang timbul kemudian. Upaya pengawalan REDD+ ini harapannya agar cita-cita mulia para aktivis lingkungan untuk menghilangkan deforestasi dari muka bumi ini tidak ditunggangi oknum-oknum tidak bertanggung jawab.


[1] CIFOR, 2010, “REDD: Apakah Itu? Pedoman CIFOR Tentang Hutan, Perubahan Iklim, dan REDD”, http://www.cifor.org/publications/pdf_files/media/MediaGuide_REDD_Indonesian.pdf, diakses 12 Desember 2011.

[2] Ibid.

[3] Nur Masripatin, 2008, “Apa Itu REDD?”, http://www.wg-tenure.org/file/Warta_Tenure/Edisi_06/02a.Kajian01.pdf, diakses 12 Desember 2011.

[4] Climate Change Media Partnership, 2009, “Peliputan tentang REDD+”, www.cifor.org/publications/pdf_files/media/MCCMP1001i.pdf, diakses 12Desember 2011.

[5] Ibid.

[6] Ibid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s