Menyoal Implementasi REDD+ Di Indonesia (II)

REDD+ sebagai sebuah kebijakan yang dipersiapkan dunia internasional untuk menanggulangi besarnya angka emisi dan deforestasi di hutan harus diperhatikan perkembangan kebijakannya. Bagaimana pertama kebijakan ini digagas, perubahan-perubahannya, hingga perkembangannya sampai saat ini. Dari situ akan dipahami bagaimana sebenarnya itikad para stakeholder yang merancang kebijakan REDD+ ini.

A. Dinamika Kebijakan REDD+

Deforestation by ~mitirolu

Deforestation by ~mitirolu

Pada COP-11 di Montreal tahun 2005, Costarica, Papua New Guinea, dan negara-negara yang tergabung dalam Koalisi Pemilik Hutan Tropis atau Coalition for Rain Forest  Nations (CfRNs) mengajukan proposal tentang insentif untuk avoided deforestation. Lalu dalam COP-13 di Bali tahun 2007 telah disepakati beberapa hal penting antara lain mengenai aspek scientific, teknis dan metodologi, serte petukaran informasi.[1] Dari COP-13 di Bali itu pula lahir keputusan tentang pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi (REDD) di negara berkembang, hal ini menjadi mitigasi penting yang termasuk dalam Bali Action Plan. Lebih lengkap dalam Bali Action Plan dijelaskan bahwa;

disamping negara maju yang harus memenuhi kewajiban peningkatan target penurunan emisi dan membantu negara berkembang (capacity building, technology transfer, financial) dalam upaya mengurangi dampak negative perubahan iklim, negara berkembang juga didorong melakukan aksi nyata dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dalam konteks pembangunan berkelanjutan, antara lain melalui integrasi upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim kedalam perencanaan nasional dan sectoral planning.[2]

Sejak ditegaskan melalui Bali Action Plan, strategi dunia untuk meminimalisir emisi karbon adalah dengan mitigasi yang difokuskan pada upaya preventif dan responsive pada deforestasi. Adapun emisi hasil dari kegiatan-kegiatan industri dianggap sebagai sebuah upaya yang sia-sia, karena dalam setiap pembahasannya di tiap forum selalu menemui jalan buntu. Tidak ada satupun negara maju yang bersedia menurunkan kadar emisi dari kegiatan industri, terutama Amerika Serikat. Padahal upaya mitigasi  harus mengutamakan pengurangan emisi dari penggunaan bahan bakar fosil di negara-negara industri.[3]

strategi dunia untuk meminimalisir emisi karbon adalah dengan mitigasi yang difokuskan pada upaya preventif dan responsive pada deforestasi

Dalam penerapan kebijakan REDD+ di Indonesia dibagi menjadi tiga fase, yakni persiapan pada tahun 2007, readiness pada tahun 2008-2012, dan implementasi penuh pada tahun 2013.[4] Pasca COP 13 di Bali Pemerintahan Indonesia melalui Departemen Kehutanan mengeluarkan berbagai peraturan sebagai perangkat hukum yang terkait langsung dengan pelaksanaan REDD, beberapa diantaranya;[5]

  • Permenhut No. P.68/Menhut-II/2008 tentang Penyelenggaraan Demonstration Activities Pengurangan Emisi Karbon dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD)
  • Permenhut No, P.30/Menhut-II/2009 tentang Tata Cara Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD)
  • Permenhut No. P.36/Menhut-II/2009 tentang Cara Perizinan Usaha Pemanfaatan Penyerapan dan/atau Penyimpanan Karbon pada Hutan Produksi dan Hutan Lindung.

Dengan adanya peraturan secara teknis REDD+ dapat diimplementasikan dan diterapkan. Tantangan besar yang dihadapi adalah, bagaimana mengintegrasikan peraturan-peraturan baru ini ke dalam peraturan yang sudah ada baik disektor kehutanan maupun sektor lain dan Perda terkait.


[1] Nur Masripatin, 2008, Op.cit.

[2] Ibid.

[3] CIFOR, 2010, Op.cit.

[4] Departemen Kehutanan, 2009, “REDD Indonesia”, http://www.dephut.go.id/files/SAM_IV_Wandoyo.pdf, diakses 12 Desember 2011.

[5] Ibid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s