Menyoal Implementasi REDD+ Di Indonesia (VI) (END)

Terrence and Phillip by ~Carcaohtar

Terrence and Phillip by ~Carcaohtar

Penerapan REDD+ di Indonesia pada tahun 2013 akan masuk pada implementasi penuh. Proses persiapan dan readiness sepanjangan tahun 2007 hingga tahun 2011 telah bicara banyak melalui skema kerjasama antara Indonesia dan Australia. Idealita yang digadangkan tentu hutan lestari yang menjadi dambaan setiap insan manusia, sebagai paru-paru dunia, sebagai ujung tombak melawan emisi karbon.

Kebijakan-kebijakan melalui berbagai Peraturan Kementerian Kehutanan telah dibuat sebagai landasan gerak REDD+. Dana mulai mengalir ke kas negara untuk merangsang upaya menekan deforestasi dan degradasi. Dengan menggunakan bermacam-macam pendekatan pendanaan, pundi-pundi uang bermunculan. Apakah berjalan efektif?

Tangan-tangan koruptif sedang menunggu mangsanya lengah hingga akhirnya dana REDD+ akan raib dijarah tikus-tikus berdasi. Track record Indonesia sebagai sarang tikus-tikus lapar akan dana segar sungguh luar biasa. Namun itu belum cukup untuk menyurutkan niat para penggiat REDD+ untuk menancapkan cakarnya di hutan Indonesia. Tak habis pikir, masyarakat adat menjadi korban kebijaksanaan. Hutan sebagai tempat tinggal mereka, tempat kerja mereka ditutup dan masyarakat adat di imingi jutaan rupiah agar menjadi satpam hutan, untuk menjaganya tanpa boleh memanfaatkannya. Inikah cita-cita REDD+? Sungguh sebuah harapan semu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s