Pesantren Mahasiswa Islamic Centre Al-Muhtadin

Bulan Ramadhan selalu menjadi spesial bagi saya, termasuk tahun lalu ketika diterima menjadi santri Pesantren Mahasiswa Islamic Centre Al-Muhtadin (PMIC Al-Muhtadin). Sebuah milestone kehidupan.

Diawali dari kesadaran ilmu agama hukumnya fardhu ain untuk dipelajari. Wajib sewajibnya. Lalu dipertemukan dengan banyak tokoh agama, teman-teman luar biasa, dan kegiatan-kegiatan sarat ilmu dan pencerahan.

Ibadah; Belajar; Ust. Sholihun; Kajian; Tertawa; Menangis; Insiden Ringtone; Nasihat; Dzikir Area; Wediombo; Si Mbah; Nasikun; Al-Fath; Kerja Bakti Minggu; Lambaian; Pengelola; Denda; Piket; Halal Zone; Kamar B4; Sakit; Nobar; Ruang Galau; Ngobrol Galau; Kedai Kopi; Kalimilk; Begadang di Warnet; PES; Gowes to Campus; dsb

Banyak hal yang telah dilewati, dipelajari, demi berkahnya ilmu, berkahnya hidup. Ingatlah, seberkah-berkahnya ilmu adalah yang bermanfaat dan sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat. MERETAS PERADABAN DENGAN ILMU !!!

Pondok Pesantren Mahasiswa Islamic Centre Al-Muhtadin

Kajian dari guru spiritual kita semua, Ust. Muhammad Abdullah Sholihun

Santri-santri yang semoga teladan

Mantan ruang kelas; beserta korban kedzoliman santri-santri yang tega meninggalkan temannya bobo pulas setelah kajian

Kajian umum; untuk orang umum, terbuka, siapa saja; Tiap hari minggu pagi, yuk mari mengaji

Kerja bakti minggu pagi; suara sapu lidinya akan selau ngangenin (suaranya aja, bukan kerja baktinya, hahahahahha)

Kamar terbersih se-PMIC; versi pemiliknya

Kegiatan favorit bulan Ramadhan di Al-Fath, ngabisin takjil, eh, ralat

Kegiatan favorit bulan Ramadhan di Al-Fath, tadarus Alquran (ini yang bener)

Alquran; Kompas Kehidupan; yang bagi saya tulisannya sangat nyaman dibaca

Gadget setia, dimana saja, selalu ada, selalu dibawa

IC goes to Wediombo Beach

PMIC Squads

“Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika air mengalir menjadi jernih dan jika tidak mengalir air akan keruh menggenang”

“Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tidak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran”

“Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang”

“Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan”

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, engkau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang.”

(Imam Syafi’i)

Semoga perjalanan mencari ilmu ini akan berakhir manis, semanis hidup yang lelah setelah berjuang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s