Menelisik Nilai Perolehan Obyek Pajak dalam Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Mr Tax Guyby ~Cavalierstylez

Mr Tax Guyby ~Cavalierstylez

Isu Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) beberapa waktu lalu mencuat setelah PT. Anita Vira Andika mengujikan UU Nomor 21 Tahun 1997 dengan perubahannya menjadi UU Nomor 20 Tahun 2000 pada Mahkamah Konstitusi[1]. Pengujian dilakukan pada Pasal 2 ayat (2) yang mengatur mengenai Pemindahan Hak dan Pasal 6 ayat (2) yang mengatur mengenai Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP)[2], dimana pemohon mendalilkan bahwa pasal-pasal tersebut sangat diskriminatif dan menunjukkan tidak ada kesetaraan di muka hukum. Namun permohonan tersebut tidak diterima Mahkamah Konstitusi  karena objek permohonan sudah tidak berlaku dan tidak mempunyai daya ikat lagi.

Terlepas dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, akan menarik jika kita melihat sebenarnya bagaimana pengaturan NPOP dalam BPHTB sebagaimana yang dipermasalahkan. Saat ini pengaturan NPOP dalam BPHTB diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, lebih khusus dalam pasal 87, dimana dalam ayat (1) Pasal 87 dikatakan bahwa dasar pengenaan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan adalah Nilai Perolehan Objek Pajak.[3] Dari hal tersebut dapat kita pahami bahwa NPOP adalah dasar pengenaan pajak yang akan dijadikan tarif dalam penghitungan BPHTB, sehingga cara penghitungannya yakni penghitungan tarif paling tinggi 5% dasar pengenaan pajak yakni NPOP.[4] Adapun macam-macam NPOP dapat dilihat dalam Pasal 87  ayat (2) UU Nomor 28 Tahun 2009.

NPOP adalah dasar pengenaan pajak yang akan dijadikan tarif dalam penghitungan BPHTB

Namun ada hal yang harus diperhatikan, yakni sebagaimana yang diatur dalam Pasal 87 ayat (3) yaitu jika NPOP tidak diketahui atau lebih rendah daripada NJOP yang digunakan dalam pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan yang dipakai adalah NJOP Pajak Bumi dan Bangunan.[5]

Adapula yang dikenal dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) yang ditetapkan paling rendah secara regional yakni Rp. 60.000.000,- sebagaimana dalam Pasal 87 ayat (4). Pun dalam hal perolehan hak karena waris atau hibah wasiat yang diterima orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke atas atau satu derajat ke bawah dengan pemberi hibah wasiat, termasuk suami/istri, Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan paling rendah sebesar Rp300.000.000,00 sebagaimana yang diatur dalam Pasal 87 ayat(4).[6] NPOPTKP tersebut ditetapkan dalam Peraturan Daerah.[7] Sehingga dapat disimpulkan, bahwa untuk mengetahui Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) cara menghitungnya NPOP dikurangi dengan NPOPTKP.


[1] Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/PUU-VIII/2010 perihal Pengujian Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, 28 Februari 2011.

[2] Undang-undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3988).

[3] Lihat Pasal 87 ayat (1) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049).

[4] Lebih lanjut lihat Irine Handika Ikasari, “Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB)”, Presentasi, Mata Kuliah Hukum Pajak, Fakultas Hukum UGM, 2 Mei 2012.

[5] Lihat Pasal 87 ayat (3) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009.

[6] Lihat Pasal 87 ayat (4) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009.

[7] Lihat Pasal 87 ayat (5) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s