Siap-Siap Kaka’!

Ketika matahari masih belum menyembul dari balik cakrawala, lima belas mahasiswa sudah kasak-kusuk mempersiapkan diri berkumpul untuk bersama-sama terbang ke tanah papua. Walaupun perut belum sempat terpenuhi haknya, kami semua wajib hadir di bandara pukul lima pagi sesuai yang dijadwalkan untuk check-in di bandara Adi Sutjipto. Kami harus menyegerakan diri karena barang-barang kami akan sangat menyita waktu dan tenaga ketika akan di masukan ke bagasi pesawat.

Mulai dari koper yang besarnya muat untuk memasukkan anak kecil hingga batu-batuan untuk keperluan pembuatan infrastruktur penyaringan air. Semua dibawa, semua dimasukkan kedalam bagasi. Human does need too much things. Untuk keperluan pakaian saja, seorang manusia akan membutuhkan pakaian sehari-hari, pakaian formal nan resmi, pakaian untuk berkotor-kotor ria, pakaian tidur, hingga pakaian untuk ibadah. Ini belum termasuk bagi beberapa spesies manusia yang memperhitungkan keserasian warna antara pakaian, celana, dan sepatu mereka hingga memaksakan diri untuk membawa berkoper-koper tas demi hasrat estetika mereka. Bagaimana dengan barang bawaan saya? Cukuplah satu saja.[1]


[1]     satu tas punggung, satu koper ukuran sedang, satu tas kain ukuran sedang, satu tas selempang, satu tumpuk dus berisi keperluan program.

One response to “Siap-Siap Kaka’!

  1. Pingback: Never Ending Story, Saonek Island | Hesadrian·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s