Hutan Lindung, Metamorfosa, dan Om Tukul

Suatu ketika adik saya bertanya, “a’a tahu metamorfosa?”. Saya jawab singkat, “tahu donk,”. Adik saya bertanya lagi, “duluan mana kupu-kupu atau kepompong?”. Saya jawab lagi, “Kepompong atuh,”. “Eh, beneer,” bahagia adik saya mengetahui kakaknya paham alur metamorfosa kupu-kupu. Ternyata dia nge-tes.

Neng Nara

Neng Nara

“Kalau hutan lindung a’a tahu?” Adik saya masih melanjutkan tesnya. “Enggak tahu tuh neng, apa ya hutan lindung? Apa donk neng?” saya tes balik. Dia tersenyum lagi. Kali ini senyumnya lebih lebar. Mungkin dia merasa bahagia karena sudah lebih pintar dari kakaknya. “Hutan lindung tuh ya, hutan yang ada pembunuhnya!” dia menjelaskan dengan penuh keyakinan. “Eneng belajar metamorfosa sama hutan lindung dari mana?” karena penasaran, saya mau tahu, sebenarnya adik saya ini baru belajar apa dan darimana. “Nonton a’ di tivi, ada jagoan yang bisa metamorfosa jadi kepompong terus jadi kupu-kupu, dia pembunuh. Ngebunuh orang yang mau curi kayu di hutan lindung,”.

Dalam hati saya berkata, terima kasih ya stasiun tivi naga-naga’an yang sudah memberikan pemahaman baru tentang metamorfosa dan hutan lindung kepada adik saya. Sepertinya kalau adik saya ditanya alur metamorfosa dia akan menjawab, orang jagoan jadi kepompong, terus jadi kupu-kupu.Television rules the opinion, even more, television rules the nation. Rasanya Eneng yang sekarang sudah menjadi peniru ulung. Pendampingan sudah harus lebih tinggi levelnya. Level siaga.

Belum lagi tadi, saat saya dan ibu saya sedang mengobrol. Kebetulan bertepatan dengan adzan maghrib yang sedang berkumandang. Eneng tiba-tiba memperingati, “eh, eh, kata Tukul, kalau lagi adzan enggak boleh ngobrol!”. Reaksi pertama saya, tersenyum simpul, senang adik saya punya perhatian terhadap agamanya. Reaksi kedua, tersenyum kecut, agak sedih yang menjadi rujukan adalah Tukul. Selamat ya, Om Tukul Arwana. Di mata adik saya Om lebih seperti Ustad dibanding pelawak.

Neng Nara, nanti kalau mau nonton tivi, ajak a’a atau mamah juga ya.

Neng Nara dan Televisinya

Neng Nara dan Televisinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s