Raja Ampat dan Islam

Ada beberapa hal yang kontradiktif diantara kota-kota di Papua. Saat di Sorong, nuansa islami tidak terasa, padahal mendekati ramadhan. Lain dengan Jakarta yang sibuk berdandan dengan segala atribut islami bernuansa serba hijau. Di Sorong, babi masih leluasa mengorek sampah, tak ada tirai-tirai yang disiapkan untuk menutup tempat makan, tak ada hiasan ketupat, tak ada jajanan ta’jil. Tarada papa (re: tidak ada apa-apa).

Sebenarnya ini sesuai dengan yang saya bayangkan sebelum berangkat. Jangan terlalu berharap pada lingkungan eksternal jika ingin menikmati Ramadhan di Papua, cukuplah dorongan internal diri sendiri. Andalkan itu saja.

Tapi semua berubah saat sampai di Kabupaten Raja Ampat. Shalawat berkumandang, masjid besar berdiri gagah, semua warganya tersenyum ramah. Bahkan di masjid ibu-ibu sudah siap-siap untuk membersihkan masjid dan membuat formasi meja sedemikian rupa untuk ta’jil gratis. Konsep Pasar Ramadhan dan Taman Baca Islam dimatangkan para pegiat agama di masjid. Semuanya sibuk menyambut tamu agung. Itu saat di Bonkawir, lain lagi saat di Saonek.

Jamaah Masjid Hidayatullah Saonek

Jamaah Masjid Hidayatullah Saonek

Walau tidak ada acara khusus menyambut Bulan Ramadhan, suasana Ramadhan sangat kental di Kampung bekas Ibu Kota Raja Ampat ini. Ibu-ibu Majelis Taklim di Saonek sibuk mempersiapkan pelantikan pengurus baru dan kegiatan-kegiatan pengisi Bulan Ramadhan. Mereka juga bergiliran membuat ta’jil untuk takmir masjid dan mahasiswa KKN. Sweet. Saat tarawih semua warga mengenakan baju yang penuh nuansa Islami. Laki-laki dengan baju koko dan gamis. Perempuan dengan kerudung dan mukenanya. Semua berbondong-bondong menyambut panggilan muadzin.

Buka Puasa Bersama Warga Kampung Saonek

Buka Puasa Bersama Warga Kampung Saonek

Semua nuansa Islami di Raja Ampat memang bukan hal baru. Semuanya sudah mendarah daging. Sejak Kerajaan Islam Ternate dan Tidore yang meminta bantuan pada warga Papua Barat untuk bersatu padu melawan musuh-musuh Islam, hingga datangnya Imam Besar di masing-masing daerah Raja Ampat.

Di Saonek sendiri ada seorang Imam Besar yang konon menyebarkan Islam dan menerapkan hukum syariat. Jika tidak salah ingat, nama Imam tersebut Habib Rafana. Nama Imam tersebut kini diabadikan sebagai nama jalan menuju Masjid di Saonek. Makam Imam Besar Habib Rafana masih bisa dikunjungi di bukit Pulau Saonek. Jika ingin kesana, harus sedikit bersusah payah memasuki semak rimbun dan menjejak tanah berlumut licin. Sesampainya akan terlihat komplek makam yang dipagari tembok. Di tengahnya terdapat satu makam besar dikelilingi beberapa makam kecil. Makam besar itulah, tempat jasad Imam Besar di Saonek dikubur. Adapun terdapat beberapa makam kecil yang merupakan tempat peristirahatan terakhir istri-istri Imam tersebut. Yang unik, ada satu makam paling kecil yang merupakan makam kucing perliharaan sang Imam.

Budaya Islami di Raja Ampat jarang dijamah buku sejarah di sekolah. Seperti sebuah sejarah yang ditutupi. Kesuksesan Islam berlabuh di hati masyarakat Papua seharusnya memberikan pelajaran tersendiri. Inilah hikmah yang masih saya cari di Saonek. Watak Papua yang keras, mirip dengan tipikal orang Arab, akan menjadi ujian tersendiri bagi para penyebar dakwah Islam.

Pun rahasia bagaimana ajaran Islam tetap bertahan di Papua, menjadi budaya yang kental di Papua, hingga anak-anaknya pun tekun beribadah dan belajar. Semuanya terus berjalan. Ada yang hilang, muncul yang menggantikan. Terus seperti itu. Seperti saat ini, ketika ada seorang guru ngaji yang sudah sepuh dan meninggal dunia, datang seorang pemuda yang menggantikan. Wallahualam, Allah memiliki rencana yang indah untuk Papua.

Anak-Anak Saonek

Anak-Anak Saonek

 

One response to “Raja Ampat dan Islam

  1. Pingback: Never Ending Story, Saonek Island | Hesadrian·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s