Menjaga Diri, Menjaga Hati (censored)

flirt by spitonyou

flirt by spitonyou

Ada pesan sama yang saya dapatkan dari beberapa kerabat serta sahabat sebelum dan saat KKN di Papua. “Jaga hati ya sa,” ada juga “jaga diri, jaga hati cha,” ada pula “hati-hati dengan hati sa,”. Intinya sama. Menjaga hati. Awalnya saya fikir ini hanya nasihat basa-basi penuh aroma bercanda. Ternyata tidak. Masalah hati saat KKN itu masalah yang bisa menjadi serius. Kronis.

Saat menjalankan hobi rutin di Saonek, yakni bengong. Tetiba saya berfalsafah. Untuk apa saya disini? Apa yang sudah saya lakukan? Apa yang akan saya berikan? Apa yang nanti saya dapatkan? Sungguh sakti kalimat “segala sesuatu itu tergantung niatnya,”. Sebuah kalam Nabi yang ditempatkan di posisi pertama oleh Imam An-Nawawi diantara 39 hadist arbain lainnya. Apa yang kita niatkan, maka itulah yang kita dapatkan. Jika kita meniatkan untuk mendapatkan wanita, maka itulah yang kita dapat. Tanpa pahala, tanpa keberkahan, yang seharusnya menjadi niat utama.

Akhirnya saya paham logika dalam hadist tersebut dan hubungannya dengan menjaga hati. Konsepsi pertama yang harus dipahami adalah, semua kegiatan itu bisa bernilai ibadah, bisa berpahala, apabila memang diniatkan untuk ibadah. Nah, konsepsi kedua yang harus dipahami adalah, apabila salah dalam berniat maka akan salah pula buahnya. Akhirnya tidak bernilai ibadah, tidak berpahala.

Jika paham konsepsi tersebut maka sangat sayang jika keseluruhan kegiatan KKN yang sarat nilai sosial, habis diniatkan untuk cari perhatian, kandas diniatkan untuk tebar pesona kepada seorang perempuan. Apa yang diniatkan maka itu yang didapatkan. Jika semua kegiatan dicurahkan untuk perempuan, maka hanya perempuan itulah yang didapatkan. Itupun kalau dapat.

Yakinlah, KKN adalah ladang pahala yang sangat besar! Jika ketertarikan pada seorang perempuan menjadikan kegiatan KKN kita hanya untuk menarik hati perempuan tersebut, sungguh itu kerugian yang sangat besar. Terlebih jika KKN di bulan Ramadhan. Bulan istimewa yang melipatgandakan pahala, menghapuskan dosa-dosa. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Membolak-balikkan Hati. Semoga kami dapat selalu memperbaharui niat. Guna menggapai ridho-Mu.

One response to “Menjaga Diri, Menjaga Hati (censored)

  1. Pingback: Never Ending Story, Saonek Island | Hesadrian·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s